Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Informasi sekitar Pemilu

PKS Terus Wancanakan Capres-Cawapres Baru

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus membuka wacana baru dengan menyebut beberapa nama sebagai tokoh yang pantas dicalonkan sebagai presiden dan wakil presiden. Meski sampai kini PKS belum memastikan tokoh yang dicalonkan pada Pilpres 2009.

Wakil Sekjen DPP PKS Zulkiflimansyah dalam dislektika demokrasi bertema Beranikan Golkar nyapres? di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (20-2), menyebutkan beberapa nama yang layak dipertimbangkan sebagai pemimpin nasional, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengusaha Chairul Tanjung, Dirjen Pajak Depkeu Darmin Nasution, dan Ketua MPR Hidayat Nurwahid.

Zul mengemukakan jika Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla akan melanjutkan kepemimpinan untuk lima tahun mendatang, memang ada kemungkinan PKS akan memberi dukungan kepada pasangan ini. “Mengapa? PKS memperkirakan perkembangan ekonomi ke depan masih diwarnai kabut.”

Sebab itu, bagi PKS sebenarnya bukan soal wacana capres-cawapres, melainkan yang terpenting adalah siapa pengendali tim ekonomi mendatang. PKS akan sangat memperhitungkan komposisi tim ekonomi mendatang.

“Siapa yang bertugas menginjak gas dan siapa yang menginjak rem, itu yang kami perhitungkan,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini. Dia menambahkan dalam kaitan menginjak rem dan gas ini, muncul nama-nama seperti Sri Mulyani, Darmin Nasution, dan Chairul Tanjung.

Zul mengemukakan tipe dan gaya kepemimpinan Yudhoyono lebih tampak kehati-hatian, seperti pengemudi yang sering menginjak rem. Tetapi, Kalla memperlihatkan gaya layaknya pengemudi yang senang menginjak gas.

Selama berada di pemerintahan, Sri Mulyani dan Darmin Nasution lebih menunjukkan gayanya sebagai penginjak rem. Sedangkan Chairul Tanjung lebih senang tancap gas. Dengan demikian, dia menawarkan wacana mengenai kemungkinan Chairul Tanjung atau Hidayat Nurwahid sebagai pasangan cawapres bagi Yudhoyono. Atau Hidayat-Chairul Tanjung, Hidayat-Sri Mulyani atau Yudhoyono-Sri Mulyani dan JK/Darmin Nasution, JK-Sri Mulyani atau JK-Hidayat Nurwahid.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar Syamsul Muarif mengemukakan, wacana-wacana seperti itu bisa saja. Jika memang hampir pasti dicalonkan Partai Golkar, tetapi keputusan akan ditentukan setelah Pemilu Legislatif 2009.

( Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 )

1 Maret 2009 - Posted by | Capres, Cawapres | , , ,

2 Komentar »

  1. Soal pantas dan tidak pantas seseorang jadi presiden itu gimana yang PKS maksudkan?
    Sikap PKS untuk keabsahan pemilihan dengan cara mencontreng juga sangat tidak Islami dan licik. Karena itu, golput akan cenderung lebih banyak karena pemilih usia-lanjut akan direpotkan oleh sistem dari strategi PKS.
    Kalau saya sih memang Golput, sebab beresiko juga memilih para-bandit jadi pemimpin …

    Komentar oleh Rangon el Tobor | 11 Maret 2009 | Balas

  2. Soal pantas dan tidak pantas seseorang jadi presiden itu gimana yang PKS maksudkan?
    Sikap PKS untuk keabsahan pemilihan dengan cara mencontreng juga sangat tidak Islami dan licik. Karena itu, golput akan cenderung lmeningkat karena pemilih usia-lanjut akan “direpotkan” oleh sistem sebagai buah dari strategi PKS.
    Kalau saya sih memang Golput, sebab beresiko juga memilih para-bandit jadi pemimpin … Biar MUI bilang Golput Haram, saya sih pakai cara-cara Rasul saja. Dan ia, Rasulullah tidak pernah pakai fatwa ulama. Wuek !

    Komentar oleh Rangon el Tobor | 11 Maret 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.